Rabu, 28 Januari 2015

My Love RDA :*

Bulan Ke 5
Akhirnya kini dia telah menjauh dan pergi denga sebuah ungkapan  ^ Maaf aku sudah merasa nyaman dengan seseorang  : ) ^.  Namun itu bukan alasan menurutku  karena seseorang akan mengabaikan kita saat dia Terluka, terluka tetapi terluka karena apa dan atas dasar apa aku tak tau. Dalam setiap malam sebelum tidur banyangan wajahnya selalu hadir mengganguku. Ingin aku dekap dan memelukmu tetapi apa bisa itu terjadi kanyaknya hanya dalam mimpi aku bisa melakukannya.

               
                Cantik benar dirinya meski dengan kenaturalannya dia berpose dalam bingkai foto yang dia upload. Namun kekagumanku pada dirinya bukan karena itu, aku kagum pada kepribadiannya yang unik menurutku. Saat yang lain sibuk dengan urusan masing-masing dia serius  menyerap ilmu pengetahuan yang harus dia raih. Jarang bicara ya btul dia adalah wanita yang sangat jarang bicara bahkan diapun jarang bercanda dengan teman bahkan sahabatnya . Fashionnable dalam berbagai kesempatan yang membuatku semakin tergila-gila padanya. Disiplin waktu namun terkadang juga males dalam mengikuti aktifitas dan dia suka melakukuabn pekerjaan hari ini daripada hari esok.
                Kangen sungguh sangat kangen aku padanya tetapi apa boleh  buat semuanya  sudah terlanjur  dia telah menemukan seseorang yang telah dia anggap lebih berharga dariku. Doaku semoga kau bahagia dengan dirinya. Amin.


Langkah kakimu menjauh sudah
Tinggalkan jejak di atas pasir Jejak-jejak yang jelas tercetak di sana
Hingga ombak menyapu pantai
Dan sekejab semua hilang seiring sirnanya bayangmu

Dan engkau masih menyisakan Banyak tanda tanya dalam hatiku Mengapa dan ke mana engkau melabuhkan kapalmu?
Sedang dermaga yang pernah kau singgahi
Pernah melena mimpimu dalam peraduan kasih

Pandangku tertumbuk pada cakrawala yang gelap
Ingin rasanya jemariku menggapainya
Menggenggam awan-awan itu Melampiaskan amarah dan kekecewaanku
Tentang kisah yang sampai kini ku tak tau akhirnya

Gumpalan di sana mengingatkanku
Tentang senyummu yang berbisik manja padaku
“Di atas awan ku lukis wajahmu Agar bisa ku pandang di manapun ku berada”
Dan kini hal serupa ku lakukan jua
Melukis wajahmu di atas awan-awan mimpi

Entah kapan kau kan tersenyum lagi
Atau sekedar lewat dan menyapaku mesra
Moment indah itu hanya nostalgia belaka
Karena jejakmu musnah tersapu waktu
Sedang aku masih merindumu
Engkau kisah sejatiku



0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.