Bulan Ke 5
Akhirnya
kini dia telah menjauh dan pergi denga sebuah ungkapan ^ Maaf aku sudah merasa nyaman dengan
seseorang : ) ^. Namun itu bukan alasan menurutku karena seseorang akan mengabaikan kita saat
dia Terluka, terluka tetapi terluka karena apa dan atas dasar apa aku tak tau. Dalam
setiap malam sebelum tidur banyangan wajahnya selalu hadir mengganguku. Ingin aku
dekap dan memelukmu tetapi apa bisa itu terjadi kanyaknya hanya dalam mimpi aku
bisa melakukannya.
Cantik benar dirinya meski dengan kenaturalannya dia
berpose dalam bingkai foto yang dia upload. Namun kekagumanku pada dirinya
bukan karena itu, aku kagum pada kepribadiannya yang unik menurutku. Saat yang
lain sibuk dengan urusan masing-masing dia serius menyerap ilmu pengetahuan yang harus dia
raih. Jarang bicara ya btul dia adalah wanita yang sangat jarang bicara bahkan
diapun jarang bercanda dengan teman bahkan sahabatnya . Fashionnable dalam
berbagai kesempatan yang membuatku semakin tergila-gila padanya. Disiplin waktu
namun terkadang juga males dalam mengikuti aktifitas dan dia suka melakukuabn
pekerjaan hari ini daripada hari esok.
Kangen
sungguh sangat kangen aku padanya tetapi apa boleh buat semuanya
sudah terlanjur dia telah
menemukan seseorang yang telah dia anggap lebih berharga dariku. Doaku semoga
kau bahagia dengan dirinya. Amin.
Langkah kakimu menjauh sudah
Tinggalkan jejak di atas pasir Jejak-jejak yang jelas tercetak di sana
Hingga ombak menyapu pantai
Dan sekejab semua hilang seiring sirnanya bayangmu
Dan engkau masih menyisakan Banyak tanda tanya dalam hatiku Mengapa dan ke mana engkau melabuhkan kapalmu?
Sedang dermaga yang pernah kau singgahi
Pernah melena mimpimu dalam peraduan kasih
Pandangku tertumbuk pada cakrawala yang gelap
Ingin rasanya jemariku menggapainya
Menggenggam awan-awan itu Melampiaskan amarah dan kekecewaanku
Tentang kisah yang sampai kini ku tak tau akhirnya
Gumpalan di sana mengingatkanku
Tentang senyummu yang berbisik manja padaku
“Di atas awan ku lukis wajahmu Agar bisa ku pandang di manapun ku berada”
Dan kini hal serupa ku lakukan jua
Melukis wajahmu di atas awan-awan mimpi
Entah kapan kau kan tersenyum lagi
Atau sekedar lewat dan menyapaku mesra
Moment indah itu hanya nostalgia belaka
Karena jejakmu musnah tersapu waktu
Sedang aku masih merindumu
Engkau kisah sejatiku
